You are currently browsing the monthly archive for November 2008.

Kenapa saya tampilkan sajak-sajak ini di blog saya, entahlah, mungkin karena saya sedang rindu dengan seorang sahabat/guru/yang saya tuakan dalam perjalanan kreatif saya. Ya, Hariyanto Prasetyo, sosok yang pertama kali mengenalkan saya dengan puisi dan yang mengajarkan saya bagaimana cara menulis puisi, yang membuat saya menjadi seorang “preman kutu buku”. Sosok yang ulet, nyentrik, pendiam, lelet, dan bahkan memiliki dunia sendiri yang tak bisa disentuh orang lain.

Lama tak melihat batang hidungnya, bahkan saya kehilangan jejak di mana dia berada sekarang dan apa yang dilakukannya. Terakhir bertemu dengannya bukan di Padang (tempat domisili kami) bahkan jauh, di Yogyakarta sana, saat mengikuti “Temu Penyair Muda Empat Kota” tahun 2007. Sungguh menggelikan bukan, terakhir bertemu dengannya bukanlah di Kedai Owen—tempat kami biasa berbagi cerita tentang apa saja—Padang, malah di negeri orang. Waktu itu, di Yogyakarta, saat kami pisah, saya pulang ke Padang dan dia katanya mau singgah ke tanah leluhurnya di salah satu desa di Jawa Tengah. Ah, entahlah, mungkin suatu waktu saya akan berjumpa juga dengannya.

Faiz M)

Kembali Kalah (Photo: Faiz M)

Ini, sedikit dari sajak-sajaknya yang tertinggal di file komputer saya.

Seikat Rubaiat

kau, aku, sepah pahit sumpah kita

padahal aku cintai kau sesama kau

cintai aku. Lantas, adakah kita

cintai aku sesama kau cintai aku?

apa yang mengikat kau aku mengingat kita?

Cinta? Hingga saling berlupa dilukai cintanya

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Mata yang Kemarau

Cerpen Pinto Anugrah

Mata yang Kemarau

Mata yang Kemarau (Photo: Faiz M)

Runcing kaki hujan jatuh tepat menimpa ubun-ubun kepalanya. Cepat-cepat ia berlari, berlindung ke bawah atap rumah yang menjorok keluar. Ditunggunya hujan reda, namun sepertinya akan lama. Di langit awan hitam masih tebal, belum cukup dengan jatuhnya hujan yang baru sesaat. Matanya menatap hujan yang jatuh dari atap menimpa tanah, hingga kaki-kaki hujan itu membentuk semacam garis lurus seakan memberi batas. Batas hujan. Masih cukup lama ia akan berdiri di sana, merapat ke dinding rumah.

Baca entri selengkapnya »

Faiz M)

Melet (Photo: Faiz M)

Wangi Cengkeh

… yang datang, di antara angin. Menyusup dari balik dinding. Datanglah diam-diam, sebelum hujan turun. Ribut angin. Suara kita bercampur dengan derit ranting patah. Diam-diam kita pun saling bicara dengan kata yang paling jantung (oh, kukirim wangi cengkeh di antara manis tidurmu). “Pulanglah!” Sebentar lagi hujan dan aku tak ingin melihatmu menangis di bawah gerimis.

Selalu kauhempaskan masalalu di dadaku, tapi tak kunjung pecah berkeping. Sedang dada kiriku terus berdegup. Aku takut kemarau menghalau nyaring bunyi daunmu.

Seperti derai daun cengkeh pagi itu dan kita sama-sama masih berpagut gigil. Aku pun jadi candu di dalam rasa yang begitu manis. Namun, lagi-lagi, kautawari silau kaca di antara hiruk-pikuk pasar. Memaksa untuk tawar-menawar harga. Aku hanya ingin di sini, termangu, menghirup wangi cengkeh, hingga sampai pagi berikutnya.

kandangpadati, 0810

Baca! Bacalah Atas Nama

(Catatan Pementasan Tambologi 2, STSI Padangpanjang)

Esai Pinto Anugrah

Pementasan dibuka dengan narasi “baca” yang lumayan panjang dari seorang perempuan, yang menjelaskan inti dari cerita pementasan. Seorang perempuan, dengan narasi tersebut, sudah menyimbolkan Minangkabau dengan segala pergelutannya—ya, masih dengan persoalan matrilineal Minangkabau, yang terkandung di dalam tambo atau undang-undang Minangkabau.

Faiz M)

Menunggu Dewasa (photo: Faiz M)

Baca! Kita pun dibawa membaca Minangkabau malam itu dengan pementasan yang berjudul Tambologi 2, karya dan sutradara Wendi HS, pada tanggal 4 November 2008 di Teater Kecil Taman Budaya Sumatra Barat, Padang. Struktur cerita yang rapi, walau komunikasi visualnya banyak dilakukan dengan tubuh—dengan sedikit bahasa mulut—tapi kita dapat mengikuti alur ceritanya dari awal sampai akhir.

Baca entri selengkapnya »

Layar Angin

Kapal Lain

hit counter

Riosadja Weblog!

Photobucket

Kapal Lain yang Datang

  • Tidak ada

Almanak

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

kapal merapat

website statistics image
Powered by web analytics software program.
Iklan