You are currently browsing the monthly archive for Oktober 2008.

AKAN SEGERA TERBIT!

kumpulan artikel seni pertunjukan, “SUDUT PENTAS” yang ditulis oleh Pinto Anugrah dan S Metron M.

zulham)

sudut pentas (ilustrasi: zulham)

Buku ini berisi tentang esai-esai sekitar dunia seni pertunjukan, kritik seni pertunjukan (teater, tari, rupa, dll), juga tentang pandangan penulis terhadap dunia seni pertunjukan. Terdapat sekitar 30 esai dan artikel yang terangkum di dalamnya, yang telah dimuat di berbagai media massa lokal dan nasional.

Mungkin hanya sekilas saat ini yang dapat saya informasikan. Dan tunggu saja tanggal terbitnya!

Salam

Pinto Anugrah

Iklan

Berhubung novel ini belum diterbitkan, maka hanya sedikit penggalan dari novel ini yang ditampilkan. Jika ada yang berminat untuk menerbitkannya silahkan hubungi saya ke email: king_of_chotic@yahoo.com

Anggang

Faiz M)

Anggang dari Laut (photo: Faiz M)

Maka berapalah lamanya masa itu, saat masih bernama Pulau Perca, saat laut belumlah benar surut, maka bermufakatlah sekalian isi negeri di Galudi nan Baselo. Maka lalulah Anggang dari laut merapat di gunung Marapi dengan sendirinya hendak mencari makan. Baca entri selengkapnya »

Rencananya Ranahteater mulai oktober ini akan produksi baru dengan naskah KAMAR, naskah disusun kembali oleh Pinto Anugrah dan disutradarai oleh S Metron M, pimpronya Reno Wulan Sari, pemain Esha Tegar Putra, Eka Setiawan, Zulham Muluk, dan Lisa Amelia, serta penata musik Chairan Hafzan.

sedikit penggalan naskah:

Kamar

Faiz M)

Menyingkap Kamar (photo: Faiz M)

HENING SESAAT. KEMUDIAN LAMBAT-LAUN TERDENGAR BUNYI YANG MAKIN LAMA SEMAKIN KERAS.

Baca entri selengkapnya »

Kopi Daun

Faiz M)

Di Balik Daun (photo: Faiz M)

Disangainya daun-daun itu di atas api setelah seharian dijemur. Ia pun ikut berdiang. Tangannya masih gemetar menahan dingin sambil memegang tudung saji. Setelah cukup rasanya, daun-daun itu diremas kemudian ditaruhnya di dalam periuk. Ia tuangkan air secukupnya, lalu dinyalakannya kompor minyak tanah. Ia tunggu sejenak sampai air itu menggelegak. Setelah menggelegak, dituangkannya ke dalam gelas, lalu dimasukkannya gula sesendok teh. Ternyata petang cukup dingin, cepat ia hirup air itu, panas-panas. Tampak ia rasakan kelegaan, entah karena tubuhnya telah merasa hangat atau karena dapat melepas penat setelah seharian bekerja, tak tahulah. Ia kemudian menggulung rokok nipah dan menyandarkan punggungnya ke dinding balai-balai.

Baca entri selengkapnya »

Layar Angin

Kapal Lain

hit counter

Riosadja Weblog!

Photobucket

Kapal Lain yang Datang

  • Tidak ada

Almanak

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

kapal merapat

website statistics image
Powered by web analytics software program.
Iklan