
Pinto Anugrah (Foto: Faiz M)
Pinto Anugrah
“Di suatu waktu, aku akan cerita dalam sayup-sayup kantuk; aku hanya peladang yang menanam hari di awal pagimu dan akan kutuai kau di ujung petang — mungkin akan kauanggap sebagai pinangan. Di jantungmu.”

Pinto Anugrah (Foto: Faiz M)
Pinto Anugrah
“Di suatu waktu, aku akan cerita dalam sayup-sayup kantuk; aku hanya peladang yang menanam hari di awal pagimu dan akan kutuai kau di ujung petang — mungkin akan kauanggap sebagai pinangan. Di jantungmu.”
| savart di Satu Puisi di November In… | |
| eis di Lomba Cipta Puisi 2009 | |
| SA'DUMAN DJAYA di Lomba Cipta Puisi 2009 | |
| dewi kartika di Bedil Lanun | |
| benny arnas di Bedil Lanun |
| S | S | R | K | J | S | M |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Mar | ||||||
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | ||||||
| Powered by web analytics software program. |

16 comments
Comments feed for this article
Juli 22, 2008 pada 2:08 pm
vinnamelwanti
Hai numpang lewat…
Thanks ya dah mengunjungi Mojok With Pien…
Tetep berkarya ya…
silahkan lewat, gak bayar kok mbak. berkarya pasti!
Juli 24, 2008 pada 6:40 pm
Riosadja
Agiah taruih, Kotik!!
Merdeka
Juli 28, 2008 pada 6:00 am
anaklanun
masih lamo merdeka lai, Bang…. heheheh
Juli 28, 2008 pada 6:00 am
anaklanun
Vinna; Sama-sama, Mbak Vinna
Agustus 11, 2008 pada 7:01 am
Andelisia Darmansius
hai…thanks ya udah mampir ke blog saya… iya saya anak pmails juga..hihihi… apa sieh arti lanun?
September 6, 2008 pada 6:25 pm
nurul fahmy
ancak lai kau diak….
hahahaha, ndak angku do tik, paja nan di ateh awak koha, nan batanyo lanun ko. sia lo namoe ko?…..:)
ok, thanks, numpang lewat
tapi contentnya kok itu-itu aja, seperti yang biasa saya baca….
kecek an ka inyo buya, lanun tu ‘ganas’ mah!
tanang buya, blog ko di ansua-ansua di susun.tulisan yang wak masuak an di siko sebagian alah dimuek di media tu iyo lah pernah buya baconyo.
September 8, 2008 pada 9:27 am
Nilna R.Isna
bg Chotic….,
kalo bangun pagi-pagi jangan lupa sahur!
Oktober 10, 2008 pada 3:10 am
ROZI KEMBARA
HAI LANUN MASIHKAH KAU BERLAYAR DI LAUT? KALAU MASIH SAMPAIKAN SALAMKU PADA BIRUNYA BESRTA ANGIN YANG TERUS MENIUP LAYAR BAHTERAMU.
O, IYA DEBU INI AGAK TELAMBAT MENGUCAP SEPATAH DUA PATAH KATA MAAF
” SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF JIWA MOHON MAAF RAGA”
Oktober 10, 2008 pada 3:11 am
ROZI KEMBARA
BLOGMU JUGA SUDAH KULINK….
Oktober 24, 2008 pada 3:38 am
kupukupuku
Sori ya, Chotik…aku belum sempat ke kantor pos…bulan ini uangku terkuras untuk banyak sekali urusan administrasi (administrasi kampus, administrasi transport, administrasi biaya samsat motor, administrasi tukang jahit, administrasi… administrasi…, administrasi…, HALAH!!! nulis apaan seh aku?!)…mudah-mudahan November aku sudah bisa kirim paket untukmu dan kawan2…sabar ya…pasti kukirim kok…
Desember 7, 2008 pada 3:09 pm
Rozi Kembara
wow..kau tambah keren saja singgah aku sobat ada sajak yang masih hanagt
Desember 10, 2008 pada 7:10 pm
siallagan
salam kenal, penyair. bolehlah aku baca-baca di sini. selain di media-media tentu. aku suka puisi-puisimu, kawan.
Januari 24, 2009 pada 1:04 pm
aku
^_^ kau laris di komen ini yak :p
Maret 4, 2009 pada 5:36 am
Ly the special art
alahkah aku seperti penyair tidur iblis
menyerentakkan suara hingga engkau tergoda
aku bangga
akan engkau
aku bangga
akan mengenalmu
MAKA
jadikanlah aku penyair tidur
anak lanunmu
sajadah putih, 4 maret 2009
Maret 4, 2009 pada 5:46 am
Ly the special art
Mengawali dari huruf besar hingga di campuri koma dan di akhiri dengan tanda titik…!
engkaulah orangnya
sehingga tercipta karya-karya besarmu
di 3 urutan sang juara.
ANAK LANUN mu,
mengipaskan angin melayu
PADAKU.
ANAK LANUN mu,
dan aku menuju impianmu
sukses untuk angin setan yang membawa kita seakan tertawa
di MEI 09.
“semoga sukses”
Mei 4, 2009 pada 1:05 pm
perempuan
lanun dah kehilangan laut agaknya. di kampungku yang namanya lanun, hebat sangat menaklukan ombak, menyimpan peti-peti jarahan di balik teka-teki dan sebuah peta. sementara si anak lanun cuma bergumul di ladang (tak tau pula lah ladang siapa) dari pagi ke petang. kalau begitu, selamat menuai senja yang sunyi, peziarah.