
pacu jawi (foto: Muhammad Fadli)
Yang dibutuhkan bukan hanya bahan yang bagus, tetapi juga kecakapan mengolahnya. Tuntutan ini berlaku bukan hanya dalam penulisan sastra, tetapi juga dalam telaah sastra, bahkan dalam kegiatan tulis-menulis pada umumnya. Jika bahan sastra Indonesia bisa digali dari pelbagai penjuru nusantara, bahkan belahan bumi lain, begitu juga seharusnya dengan kecakapan menuliskannya. Sejenis keahlian yang kami percaya akan membuat sastra Indonesia berkembang dan berdiri sejajar dengan sastra-sastra dari belahan bumi lainnya. Salah satu kenyataan yang harus kita terima adalah telaah sastra tidak tumbuh subur di negeri agraris ini. Bukan hanya karena hampir tidak ada media yang secara khusus memuat telaah sastra, tetapi juga kurangnya rangsangan agar kelak ia bisa tumbuh subur, cemerlang, dan inspiratif. Untuk merangsang kelahiran telaah sastra yang diharapkan, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menyelenggarakan kembali sayembara telaah sastra. Mengambil tema “Kepengrajinan (craftmanship) dalam Sastra Indonesia Mutakhir” sayembara telaah sastra kali ini mengajukan sejumlah pertanyaan pemancing: Bagaimana pencapaian sastra kita dalam 10 tahun terakhir ini? Bagaimana kecakapan mengolah gagasan di kalangan penulis sastra mutakhir kita? Apakah kecakapan ini hadir secara konsisten atau hanya kebetulan? Bagaimana kecakapan ini membedakan mereka dari pendahulu mereka? Bagaimana percobaan bentuk-bentuk baru berkelindan dengan muatan lokal yang ada? Bagaimana pula para penulis sastra terkini memandang para pendahulu mereka dari khasanah nusantara dan dunia? Terobosan apa saja yang mereka lakukan? Dan seterusnya.

pacu jawi (foto: Muhammad Fadli)
Adapun Sayembara Telaah Sastra DKJ 2009 mempunyai syarat dan ketentuan sebagai berikut: Syarat-syarat: 1. Telaah harus karya asli, bukan terjemahan, saduran, atau jiplakan. 2. Buku-buku sastra yang ditelaah adalah yang terbit dalam 10 tahun terakhir (1998—saat ini) 3. Telaah harus membahas satu karya sastra (buku tunggal atau bagian dari bunga rampai). 4. Belum pernah dipublikasikan atau dipresentasikan di media atau forum mana pun. 5. Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik. 6. Tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara serupa. 7. Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah telaah. 8. Panjang telaah paling sedikit 20 halaman dan diketik dalam kertas format A4 , 1,5 spasi, Times New Roman 12. 9. Naskah hanya berisi judul dan isi telaah. Biodata peserta ditulis di dalam lembar terpisah. 10. Lima salinan telaah dan biodata peserta dikirim ke: Panitia Sayembara Telaah Sastra DKJ 2009 Dewan Kesenian Jakarta Kompleks Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No. 73 Jakarta 10330 11. Batas akhir pengiriman naskah: 30 September 2009 (stempel pos atau diantar langsung). 12. Para pemenang akan diumumkan di Taman Ismail Marzuki pada akhir Desember 2009. 13. Karya para pemenang akan dibukukan. 14. Sayembara tertutup untuk anggota DKJ periode 2006—2009 15. Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggu gugat dan tidak ada surat- menyurat. 16. Pajak ditanggung pemenang. Hadiah: Juara I : Rp 20.0000.000,- Juara II : Rp 15.000.000,- Juara III : Rp 12.500.000,- Tujuh besar : Rp 2.000.000,- Kriteria Penjurian: 1. Ketajaman dalam menggali kepengrajinan karya 2. Telaah yang inspiratif dan orisinal 3. Argumentasi yang meyakinkan 4. Keberanian menafsir dan kesegaran perspektif



1 comment
Comments feed for this article
Maret 9, 2009 pada 1:37 pm
mairaekasari
misi-misi nyuriinfo yo bang….