You are currently browsing the monthly archive for Agustus 2008.
ANAK LANUN
oh, hendak kukisahkan jua
hikayat yang telah lama berulang jua
kususun balik hikayat budak melayu
agar semuanya jelas dan tak layu
akulah yang mereka sebut tun bujang
mencari ayahnya yang bernama anggang
anak minangkabau yang kelak mereka panggil raja kecik
membangun siak yang di kelilingi encik-encik
tun bujang yang mereka buru dengan meriam
musuh raja-raja bugis segala yang geram
oh, tanah melayu
tempat berdiri raja-raja bugis
tempat berdagang anak minangkabau
tempat bersyair budak melayu
dst….
BAYANGAN MEREKA YANG MEMATUNG ITU MASIH JELAS TERLIHAT DI BALIK KEGELAPAN. KEMUDIAN SEBUAH SUARA MENGHAMPIRI.
SESUARA
Bangunlah! Bangunlah, anakku! Ini bukanlah kutukan lanun.
SALAH SATU DARI SEKIAN BANYAK BAYANGAN ITU BERGERAK. MENCARI-CARI SUMBER SUARA ITU.
SESOSOK
Kaukah itu yang memerankan ayahku Anggang dari Laut? Read the rest of this entry »
Musim Tanam
Di mana kautanam dirimu, biar kupetik saat musim panen
di antara benih-benih. Ranggas juga di hatiku
seumpama kita yang jatuh pada musim tanam,
desir angin menyimak di pematang. Adakah kau
yang duduk di dangau sana.
Di kelok-kelok pematang. Kaurambah rerumput
semak umpatmu. Pada kubangan. Keciprak lenyah lenguhmu,
kau mengumpat ujar. Padahal kaudatangi juga
dangauku,
adakah kau bertanam di sana.
Kandangpadati, 0708 – 09 Read the rest of this entry »





Segores Kata